Kebenaran Tentang “Siapakah Pencipta Alam Semesta?”


Bukti-bukti kebesaran Allah sudah terlihat dengan jelas. Lihatlah alam semesta ini, semuanya adalah ciptaan Allah SWT baik secara langsung maupun tidak langsung.
Dapat saya buktikan betapa alam ini memang benar-benar ciptaan-Nya, agar kalian dapat lebih beriman dan bertaqwa dengan adanya bukti ini.
Hal ini dapat dilogikakan seperti ini :
Yang paling sederhana saja, apakah kita manusia dapat menciptakan pohon? Mungkin sebagian orang yang membaca pendapat saya ini akan berkata “Ya”, namun sebenarnya itu salah besar. Kalian tidak akan pernah bisa membuat pohon. Jika kalian berpikir kalau kalian menciptakan pohon dengan cara mencangkok, kultur jaringan, stek batang, itu salah besar. Kalian tetap mengambil sel-sel kehidupan yang ada dalam tumbuhan pohon tersebut kan? Sel yang menjadi sumber hidup mereka. Bagaimana dengan kultur jaringan? Kultur jaringan kan juga mengambil sel makhluk hidup untuk dikembang biakkan. Bagaimana kalian bisa berfikir itu ciptaan kalian? Sel itu sendiri awal mulanya adalah dari tumbuhan yang diambil selnya, dan tumbuhan yang diambil selnya itu asalnya dari tumbuhan sebelumnya, dan tumbuhan sebelumnya itu berasal dari yang sebelumnya lagi. Dan tumbuhan yang paling awal itu datang dari alam, dan alam ini adalah ciptaan-Nya yang kuasa. Kalian tetap mengambil sel tumbuhan tersebut untuk dapat melakukan kultur jaringan. Bukankah anda ketahui bahwa dalam setiap sel itu ada kehidupan. Dari siapakah datangnya kehidupan itu?Siapakah yang meniupkan ruh didalamnya sehingga tumbuhan pepohonan bisa hidup di dunia ini? Kembalilah kepada Allah SWT Yang Maha Besar yang meciptakan alam dan seisinya.
Apakah masih kalian siapa yang menciptakan Alam ini?
Kalau begitu kuatkan imanmu, dan saya akan berikan contoh kecil lagi. Beginilah :
Apakah Alam ini tercipta secara spontan? Itu tidak mungkin, bagaimana bisa alam ini tercipta begitu saja, pasti ada yang mengendalikan. Pendapat yang bodoh jika alam ini tercipta secara spontan. Semua yang ada di dunia ini pasti ada yang menciptakan. Bagaimana dengan hp dan computer? Apakah mereka tercipta secara spontan? Tidak kan?
Pernahkah kalian melihat mainan remote control? Bagaimana bisa ia berjalan. Barang buatan manusia bukan, siapa yang mengendalikan remote control? Manusia kan? Apakah dia akan berjalan ketika dia tidak dijalankan oleh makhluk hidup seperti manusia? Tentu saja benda itu tak akan berjalan sendiri. Karena memang disetting sedemikian rupa agar bisa menaati perintah dari manusia untuk berjalan kearah mana sesuai dengan keinginan manusia tersebut. Begitu juga dengan Allah. Allah adalah yang berhak untuk mengendalikan alam semesta ini sesuai dengan keinginannya. Seperti remote control tadi. Dan suatu hari Dia lah yang akan menhancurkan semesta ini. Dia lah zat yang mengendalikan dan mengatur alam semesta ini. Yang mengatur siang dan malam, yang mengatur peredaran planet terhadap matahari, yang mengatur dimensi ruang dan waktu yang mungkin sangat jauh dari jangkauan pemikiran kita. Dia lah yang mengendalikan pertumbuhan sel-sel manusia yang mulai dari sel telur dan sprema hingga menjadi manusia yang utuh. Bayangkanlah! Bisakah manusia membuat system yang demikian rumit. Mulai dari 1 buah sel hingga menjadi sel yang banyak dan akhirnya Dia menjadikan wujud sel tersebut menjadi jasad manusia. Dari sel yang demikian sederhana hingga menjadi sebuah system organ tubuh, yang masing-masing organ memiliki fungsi individu yang sedemikian kompleksnya. Menjadi otak agar kita bisa berfikir tentang kebenaran adanya Allah, menjadi system saraf agar kita bisa merasakan sakit, panas, dingin, dll. Tidak mungkin kalau itu adalah hal spontan. Semuanya ada yang mengatur dan menciptakan.
Apabila masih kurang yakin akan saya yakinkan lagi……
Pernahkah kalian melihat buku, meja, almari, kardus, monitor, computer ,dll? Buatan manusia kan? Secara tidak langsung bahan yang digunakan untuk membuat barang-barang tersebut mengambil dari alam yang merupakan ciptaan Allah. Manusia membuat dalam bentuk sedemikian rupa di desain untuk kebutuhan dirinya dan orang lain. Begitu juga dengan bumi dan alam semesta ini. Allah SWT telah mendesain alam ini agar bisa ditempati oleh makhluk-makhluknya seperti manusia, hewan, tumbuhan. Agar mereka memanfaatkan sebaik-baiknya bumi ini.
Dan agar kalian lebih yakin bahwa Tuhan kalian adalah zat yang yang ghaib adalah seperti yang akan saya paparkan.
Manusia menciptakan berbagai alat kebutuhan. Apakah alat-alat itu bentuknya sama persis dengan manusia? Apakah zat-zat yang terkandung dalam alat-alat tersebut sama persis dengan manusia? Tidak sama kan? Sekarang pertanyaannya kalau Tuhan yang menciptakan kita, apakah zat-Nya sama dengan kita, apakah zat-Nya sama dengan hewan?, apakah zat-Nya sama dengan tumbuhan atau mungkin benda-benda yang tak berakal dan tak bernalar? Tidak mungkin kan? Tidak mungkin dia seperti hewan, karena hewan itu tidak berakal. Bagaimana mungkin hewan yang menciptakan manusia. Padahal manusia sendiri lebih pandai dari pada hewan. Apakah computer lebih pandai dari pada manusia? Tidak juga kan? Komputer itu kan ciptaan manusia, bagai mana mungkin computer bisa lebih pandai dari manusia, kalau yang membuatnya sendiri adalah manusia juga? Apakah computer itu sama dengan kita seorang manusia? Tidak kan? Manusia benda hidup, sedangkan komputer itu benda mati. Manusia hanya mampu membuat sebatas benda-benda mati saja. Untuk benda hidup,manusia hanya mampu mengembangkannya saja dari alam. Tidak mungkin manusia membuat manusia. Bagaimana manusia bisa membuat manusia? padahal membuat nyawanya saja tidak bisa. Pasti itu!
Anggaplah seorang raja adalah orang yang menguasai dan menaungi suatu daerah tertentu. Dia adalah orang yang mengatur suatu daerah tersebut. Namun siapa lagi raja semesta kalau bukan Allah? Karena raja semesta ini tidak mungkin seorang manusia. Emangnya manusia bisa bikin matahari???? Hahahaha… Yang besar seperti itu..? Bisakah….
Artinya tak mungkin kan manusia adalah Tuhan. Bagaimana mungkin manusia adalah tuhan, pada hal bikin planet saja tidak bisa. Meja bikin Matahari????? Komputer bikin matahari??????Patung bikin matahari?????Hewan bikin matahari???? Bagaimana bisa? Bikin manusia aja tidak bisa apalagi buat matahari.
Dan kesimpulannya adalah Tuhan kita adalah Allah. Dia bukan dari zat yang sama dengan kita, dialah yang awal dan yang akhir. Dia ada di Ars yang ghaib yang tidak bisa kita lihat. Hal itu telah disebutkan dalam Al-Qur’an. Dan tak bisa dipungkiri lagi bahwa Allah memang Tuhan kita. Tidak cukupkah bukti-bukti di Alam semesta ini tentang keberadaan beliau? Jika benar memang masih angkuh hati kalian untuk mengakui bahwa Tuhan kalian adalah Allah, maka betapa sombongnya kalian. Jangan pernah berfikir bahwa kalian adalah tuhan. Karena kalian tak akan pernah bisa menciptakan sebuah kehidupan yang sama seperti apa yang Allah ciptakan. Maka carilah bukti-bukti lain, agar kalian tahu akan kebesaran-Nya. Janganlah kalian takut untuk mengakui bahwa Allah adalah Tuhan semesta alam ini. Karena memang Dia lah sang pencipta. Sesungguhnya sudah banyak bukti yang kuat bahwa Dia adalah Tuhan kita. Kita diberikan otak oleh Allah agar kita menjadi orang pandai, dan berfikir dengan jernih. Sehingga kita tahu bahwa Allah lah Tuhan kita. Alangkah bodohnya orang yang tidak mau berfikir dan menyembunyikan kebenaran yang sudah nyata-nyata ada di depan mata. Apalagi apabila sampai sudah pada tahapan paham tapi masih menyembunyikan kebenaran itu. Bahkan sampai tak mau tau akan kebenaran itu padahal dia sudah tau. Memang benar-benar bodoh manusia yang seperti itu.
“Katakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah meskipun pahit rasanya”
Semoga kalian cepat sadar akan keberadaan Allah SWT sebelum terlambat. Kalau sudah terlambat itu salah sendiri. Karena kita sudah diberi otak untuk berfikir secara matang dan dewasa, kalau tidak digunakan itu salah sendiri kan? Itu alasannya mengapa Allah menghargai orang yang berilmu dan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu.
“Tuntutlah ilmu sampai kenegri Cina”
Saya hanya ingin mengingatkan bahwa Allah adalah pencipta Alam semesta ini……
SATU-SATUNYA HANYALAH ALLAH TUHAN SEMESTA ALAM INI…….
Surga dan Neraka lah yang akan menjadi pertaruhan hidup baik bagi orang yang percaya akan zat-Nya maupun yang tidak percaya akan zat-Nya.
Karena iman itu harus 100%. Pilihan keimanan seseorang itu hanya 100% dan 0% saja. Tidak ada yang namanya iman 50% atau 30% atau 70%. Kalau 100% berarti dia beriman, sedangkan kalau 0% berarti dia adalah golongan yang tak beriman kepadanya.

About these ads

5 comments on “Kebenaran Tentang “Siapakah Pencipta Alam Semesta?”

  1. Jangankan manusia menciptakan matahari, menciptakan semut saja itu adalah peristiwa yang mustahil atau bahkan tidak mungkin dilakukan.
    Sesungguhnya Allah SWT telah menunjukkan kekuasaannya, hanya saja kebyanyakan dari kita menentangnya.
    Coba bayangkan jika seandainya seluru umat manusia bersatu untuk menciptakan alam semesta lain yang ukurannya boleh lebih kecil, mampukah kita mengalahkan alam semesta ciptaan Allah..? tentu saja tidak, karena menciptakan oksigen untuk bernafas saja sulit (bahkan tidak bisa).

  2. Rumusan paling jelas tentang kehendak Allah pada hambaNya pada surat Al-Ashr, Allah membuat sebuah general statement bahwa semua manusia pasti akan merugi, kecuali jika ia melakukan empat hal : beriman, beramal shalih, serta berwasiat kepada kebenaran dan berwasiat kepada kesabaran.

    InsyaAllah bisa terlaksana dan terealisasi jika memang benar-benar niat melakukannya dengan ikhlas. Kesalahan dalam menjalankan memang hal yang maklum terjadi pada setiap diri manusia, namun hal tersebut tidak sepantasnya di wajarkan…

  3. Jika sudah diketahui keberadaan dan kekuasaan TUHAN, lalu apakah sudah diketahui pula kehendak-Nya? Apabila kehendak-Nya sudah diketahui bisakah kita memenuhinya? Mampukah menjalankan hukum-hukum-Nya?

    • Rumusan paling jelas tentang kehendak Allah pada hambaNya pada surat Al-Ashr, Allah membuat sebuah general statement bahwa semua manusia pasti akan merugi, kecuali jika ia melakukan empat hal : beriman, beramal shalih, serta berwasiat kepada kebenaran dan berwasiat kepada kesabaran.

      InsyaAllah bisa terlaksana dan terealisasi jika memang benar-benar niat melakukannya dengan ikhlas. Kesalahan dalam menjalankan memang hal yang maklum terjadi pada setiap diri manusia, namun hal tersebut tidak sepantasnya di wajarkan…
      wallahu a’lam

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s