HIV / AIDS


HIV dan AIDS sendiri adalah 2 hal yang berbeda. HIV merupakan virusnya, sedangkan AIDS itu adalah tahap dimana kondisi tubuh menjadi lemah dan gampang terkena penyakit semisal karena bakteri dari udara. AIDS ini merupakan fase di mana sistem kekebalan tubuh melemah. Kadang-kadang orang sering menganggap bahwa HIV dan AIDS itu adalah hal yang sama. Kenyataannya seperti di atas bahwa HIV itu adalah virusnya dan AIDS itu merupakan sebuah fase.
Orang yang terkena HIV secara kasat mata tidak akan terlihat penyakitnya. Tidak seperti bayangan orang-orang bahwa orang yang terkena HIV itu kurus, kering kerontang. Bila dilihat secara kasat mata, penampilan orang yang terkena HIV itu sendiri  sama saja dengan orang-orang normal pada umumnya. Sehingga secara penampilan fisik orang terkena HIV itu sulit dibedakan dengan orang-orang pada umumnya. Meskipun memang kadang-kadang penderita HIV itu sendiri sampai ada yang kurus kering kerontang, namun itu hanya sebagian kecil saja. Hal tersebut bisa saja terjadi apabila dayatahan tubuh si penderita HIV itu sendiri tidak mencapai ukuran yang aman.
Seperti umumnya, penderita HIV melakukan aktivitas-aktivitas yang dapat memperkuat daya tahan tubuh agar tidak mencapai fase AIDS. Hal yang umumnya dilakukan adalah olahraga seperti futsal, tenis, badminton,dll. Apabila daya tahan tubuh sampai menurun maka hal buruk bisa saja terjadi. Bisa jadi virusnya semakin cepat berkembang karena antibodi tidak sanggup menahan infiltrasi virusnya. Virus HIV ini bisa dikurangi namun tidak bisa dihilangkan. Ada obat khusus untuk mengurangi jumlah virus yang ada dalam tubuh inangnya tersebut.
Penyebab dari HIV itu sendiri ada beberapa hal. Bisa jadi karena perilaku sexual. Agar hal tersebut tidak terjadi maka hal yang bisa dilakukan adalah menghindari sex diluar nikah. Pastikan keluarga bebas dari HIV. Hal lain penyebab HIV itu sendiri misalnya karena jarum suntik dan narkoba. Jarum suntik yang dipakai ketika menyuntikkan narkoba biasa dipakai secara bergantian. Apabila salah seorang yang pernah memakai jarum tersebut pernah terkena HIV maka pengguna selanjutnya dapat dipastikan akan terinfeksi juga. Cara penanggulangannya adalah jangan sekali-kali memakai narkoba.
Salah seorang yang mengalami/ menderita HIV pernah bercerita pada saya bagaimana rasanya ketika ketagihan dengan Narkoba. Sebenarnya bukan hanya ketagihan saja. Kata orang tersebut memang memakai narkoba itu enak. Bisa menimbulkan efek2 dan sensasi yang tak pernah dia rasakan sebelumnya. Namun yang terpenting itu sebenarnya bukan kenikmatan sesaat. Kata orang tersebut pikirkanlah jangka panjang, anda masih muda jangan seperti saya.  Tak hanya mengakibatkan ketagihan, namun lama kelamaan narkoba ini juga mengakibatkan ketergantungan. Kata orang tersebut dari ketergantungan inilah akan muncul istilah sakau. Apabila pengguna narkoba sudah mengalami sakau maka rasanya seperti pusing, panas dan dingin, meriang, tulang terasa ngilu, demam, dll.  Yang jelas terasa 5 kali lipat dari pada sakit tipes. Efek sakau tersebut hanya akan hilang ketika menggunakan narkoba itu lagi. Inilah yang menyebabkan pengguna narkoba menjadi ketagihan narkoba. Berapapun harga narkoba tersebut orang tersebut akan membelinya apabila orang tersebut sampai ketagihan.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s